Senin, 28 November 2016

Persiapan Berkemah


Asyik.. libur panjang sudah dekat !☺
Setelah gagal merencanakan liburan bareng keluarga besar, akhirnya ketika kami berdiskusi bersama Yodha & Damar, kami mencapai kesepakatan untuk... BERKEMAH! yeayy.. 
Ini kali pertama aku berkemah bawa anak! Baiklah. Pertama kali yang harus dilakukan adalah mempersiapkan semuanya, karena berkemah jelas berbeda dengan stay di penginapan.  
Untuk destinasinya, kami pilih yang dekat aja, yang ga perlu naik gunung terlalu jauh dan dekat dengan sumber air. Waktunya, setelah Yodha Damar selesai ujian. Untuk sementara, yang harus disiapkan adalah:



Supaya ga kagok ketika hari H, rasanya wajib melakukan ujicoba: ujicoba masak nasi pakai kompor spiritus.. ga lucu kan kalau udah sampai sana tapi ternyata ga bisa makan gara gara bahan bakar kompornya abis..

Bismillah, semoga dimudahkan

Kamis, 24 November 2016

NHW #6: Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal


Sabtu minggu lalu setelah menyusun rencana kegiatan (NHW#5), sudah ada niat untuk mencetaknya supaya mudah melaksanakannya. Tapi rupanya di materi diskusi sesi keenam (Ibu Manajer Handal), ada beberapa hal yang perlu ditambahkan, yaitu PRIORITAS. Tidak semua aktivitas adalah penting, dan tidak semua aktivitas penting adalah aktivitas yang harus dilakukan saat itu juga.

Ketika diminta untuk menulis 3 aktivitas yang paling penting, aku mulai bingung,, karena bagiku semuanya penting ;p . Jadi, aku mulai mengurai satu persatu aktivitas yang menurutku penting dan tidak penting.



Aktivitas penting yang harus dilakukan saat itu juga (PENTING DAN MENDESAK):

  1. Mengerjakan order hias mahar yang sudah mendekati DEADLINE
  2. Menemani anak yang menangis / sakit / terluka / bab
Untuk skala prioritas aktivitas penting yang tidak mendesak (HARUS direncanakan sebelumnya) di mindmap ku"stabilo" warna merah:
  1. Mengasuh anak (termasuk didalamnya: memeluk, menemani belajar, berdiskusi)
  2. Sholat
  3. Mengelola order

Aktivitas yang paling tidak penting (Asti, please dump this activity!!!)

  1. stalking sosmed:  (mau tidak mau, mata selalu teralihkan untuk stalking setelah selesai menjawab chat dari calon/customer :'(  )
  2. chit-chat dengan ibu-ibu pengantar jemput anak
  3. googling internet (awalnya sih hanya sekedar mencari informasi)
Untuk aktivitas yang berwarna biru (tidak penting MENDESAK), beberapa bisa didelegasikan, misalnya memberi makan kucing bisa didelegasikan ke anak.
Untuk aktivitas menjawab pertanyaan customer, bisa ditetapkan waktunya, tidak setiap saat langsung me-reply.


Ketika ditanya, "Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?" sejujurnya, saat ini paling banyak adalah: mengasuh anak, menjawab chat calon/customer dan stalking sosmed :(

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

Jadi, inilah jadwal harian dengan skala prioritas sudah kurevisi.

Warna kuning untuk prioritas pertama: mengasuh anak, warna biru untuk sholat, dan warna ungu untuk mengelola order. Waktu untuk aktivitas rutin dimulai dari bangun pagi hingga pukul 8 pagi. Sejak jam 8.00 hingga jam 20.30 merupakan waktu untuk aktivitas dinamis (menyesuaikan kondisi anak, jumlah order, dan materi kajian pada hari itu). Diatas jam 20.30 merupakan waktu untuk menyelesaikan aktivitas rutin yang tertunda.

Sabtu, 19 November 2016

Nicehomework #5: Desain Pembelajaran Asti bangeet

Yak. Setelah minggu kemaren menentukan milestone-ku sendiri, minggu ini saatnya meng-eksekusi milestone itu menjadi satu desain pembelajaran. Sesuai dengan milestone yang kususun minggu lalu, pada tahun 2016, persentasenya masih lebih banyak Bunda Sayang (50%, selama 8 jam sehari), disusul Bunda Produktif (25%, selama 4 jam sehari), lalu Bunda Cekatan (15%, selama 2 jam 24 menit) dan terakhir Bunda Shaleha (10%, selama 1 jam 36 menit).


Untuk ranah Bunda Sayang, desain pembelajarannya belum kudiskusikan dengan Yodha dan Damar, jadi pembahasannya akan kulewati dulu. Untuk Bunda Cekatan, merupakan alokasi waktu untuk berpraktek di ranah rumah tangga, seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengorganisir kegiatan keluarga.

Untuk Bunda Produktif, meliputi:
Dari alokasi 4 jam sehari, yang saat ini mampu kulakukan hanya di poin mengelola order, marketing dan keuangan.






Bunda Shaleha menempati urutan terakhir dalam alokasi waktu, tapi merupakan prioritas pertama dan yang paling utama:

Dari coret coret diatas, supaya bisa dicek dan dievaluasi, maka desain pembelajarannya ku-breakdown menurut urutan waktu dari bangun tidur sekitar jam 4 hingga sekitar jam 9 malam.

selengkapnya bisa dicek di: sini , di bagian tab "desain pembelajaran".

Ya Allah, menyusun milestone ini rasanya seperti berpikir ulang dan ulang:
"ngapain aja Asti selama ini?"
"Sudahkah aku memanfaatkan waktuku dengan optimal?"

Rasanya waktu berlalu begitu cepat, tanpa jejak.. :(

Ya Allah, bagaimana mungkin kesementaraanku hendak menjangkau keabadian-Mu.

DEMI MASA...

Minggu, 13 November 2016

Nicehomework #4: Mendidik dengan kekuatan fitrah

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai dari 1 langkah pertama

Minggu ini saatnya melihat kembali apa saja yang sudah dipelajari satu persatu.
Untuk materi pertama (nicehomework #1), ya, aku tetap dengan pilihan yang sama: menekuni ketrampilan tangan dan seni rupa.




Checklist harian (nicehomework #2) sudah terpampang di papan. Untuk memudahkan checklist tugas harian, aku sengaja menyusunnya berdasar urutan waktu dari pagi hari (bangun tidur) hingga malam. Untuk kegiatan yang sifatnya tentatif, ada di urutan terakhir. Kolom yang berwarna merupakan kolom yang wajib dilakukan minimal 5x dalam seminggu.



Fitrah seorang Asti (nicehomework #3) adalah seorang yang kreatif, suka mendesain dan merencanakan sesuatu.

Pertanyaan "Sudah punya bayangan kenapa Allah menciptakan kita?" merupakan pertanyaan yang tidak akan mampu kujawab sempurna hingga akhir waktuku. Setidaknya, hingga saat ini ditulis, misi yang aku yakini adalah membantu orang lain menyiapkan pernikahan mereka, khususnya di bidang kerajinan tangan. Peranku adalah seorang pengrajin.

Untuk menjadi ahli, maka ilmu yang harus diambil dalam tahapan "Bunda Profesional" adalah:

  • Bunda Sayang: ilmu pengasuhan anak. 
  • Ilmu pengasuhan anak menurutku adalah ilmu WAJIB bagi semua AYAH DAN IBU BETULAN. Dan ilmu ini bertahap, mulai dari bayi, balita, anak, hingga remaja. Seperti halnya software, ilmu pengasuhan anak-pun harus selalu di-upgrade setiap saat sesuai dengan fitrah dan usia anak.
  • Bunda Cekatan: manajer rumah tangga. 
  • Pengelolaan rumah tangga, meliputi keuangan dan kegiatan keluarga (dan masing masing anggota keluarga) merupakan ilmu yang harus dipraktekkan. 
  • Bunda Produktif: ilmu minat dan bakat, kemandirian finansial.
  • Sejak tahun 2008 bergelut dalam dunia kerajinan tangan, sudah saatnya aku mulai mencari ilmu untuk mempertajam bisnis:  
  1. marketing
  2. customer service
  3. branding
  4. membangun tim
    4 ilmu bisnis tersebut merupakan ilmu yang harus terus di-upgrade mengikuti perkembangan jaman. Selain ilmu bisnis, ilmu yang berkaitan dengan ketrampilan tangan juga penting bagiku.
  • Bunda Shaleha: 
  • Sedikit berbeda dengan pendapat ibu Septi (yang menafsirkan bunda shaleha dengan berbagi manfaat kepada orang lain), menurutku, ini adalah "ruang" memenuhi fitrah ku sebagai seorang hamba Allah. Sebuah ruang "hablum minallah"; ruang untuk memantaskan diri saat dipanggil kembali pulang. Sebuah ruangku sebagai manusia untuk memenuhi "hak tauhid"; hak Allah terhadapku agar hanya Dia yang kusembah tanpa ada sekutu.
Untuk penetapan milestone: menurutku keempat tahap Bunda Profesional merupakan satu kesatuan yang dilaksanakan sehari-hari. Akan sulit bagiku bila dipisahkan, karena pada kenyataannya, dalam keseharian, peranku adalah sebagai ibu, manajer keluarga, pebisnis dan hamba Allah; tidak mungkin kan aku berperan sebagai ibu 24 jam penuh dan sama sekali tidak berdoa?

Jadi aku lebih nyaman menetapkan milestone berdasarkan usia anak anakku. KM 0 Asti dimulai dari tahun 2008 di usia 26 tahun. Penetapan milestone diukur dalam 1 hari, mulai dari jam 4 pagi hingga jam 10 malam (19 jam), terbagi menjadi bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda shaleha dalam persentase yang berbeda.

Semoga dimudahkan :)
Amin

Minggu, 06 November 2016

Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah (Nicehomework #3)

Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya -tim matrikulasi IIP-
Setuju sekali dengan kalimat tersebut. Semua berawal dari keluarga. Meskipun sejujurnya dulu saat memutuskan untuk menikah, tidak terpikirkan sama sekali mengenai fitrah masing masing anggota keluarga. Yang ada hanya "aku" dan "kamu", bukan "kami".

Semakin kesini, menuju usia 9 tahun pernikahan, banyak sekali alasan alasan sepele yang seringkali membuatku jengkel. Tapi beliau, suamiku, selalu saja memahamiku. Suamiku mengizinkanku melakukan apapun yang kuinginkan selama aku bahagia. Saat aku galau ingin mengasuh anak sambil berkarir dari rumah, beliau mem-fasilitasiku dengan memilihkan domain maharku.com dan mensupport urusan dapur toko online-ku. Saat emosiku mulai meradang, dengan sigap, suamiku memberikan aku waktu luang dengan mengajak anak-anak bermain, bahkan tidak jarang pula beliau membawa mereka "berkunjung" ke kantornya. Suamiku selalu berperan sebagai "teman" bagi anak-anakku. Saat badan ini lelah, dengan sigap pula suamiku mengambil alih tugas memasak, bahkan seringkali beliau membuatkan sarapan khusus untukku. Setiap pagi, bila memungkinkan, suamikulah yang menyiapkan anak anak ke sekolah, membantu menyiapkan bekal dan mengantarkan mereka.
Beliau adalah orang yang selalu ada untukku (kucurhati), rekan satu tim dalam membina keluarga kecil kami.

Allah telah memberiku karunia PS I (Yodha), anak ayah-bunda yang pertama. Tekun sekali, bila sudah mempunyai target, pasti akan berusaha untuk mencapainya. Suka membaca, dan hafalannya luar biasa. Sayang dengan binatang dan selalu ringan tangan membantu ayah-bunda.
Karunia kedua dari Allah adalah PS II (Damar), anak ayah-bunda yang kedua. Sesuai namanya, kehadirannya selalu membuat seisi ruangan menjadi "terang" dengan keceriaannya. Gesit dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Kreatif memanfaatkan apapun yang ada untuk dijadikan mainan.

Me? Jelas, aku adalah seorang yang introvert. Lebih mudah bercerita lewat tulisan, membaca, telaten, memperhatikan detail, rasional dan (sebisa mungkin) logis. Mungkin itu sebabnya aku lebih banyak beperan sebagai "guru" bagi anak anak, menemani mereka belajar, memfasilitasi mereka mempraktekkan ilmu yang mereka baca / lihat / dengar, membacakan mereka buku cerita. Dan betapa beruntungnya aku tinggal di perumahan yang warganya terdiri dari beragam suku dan agama, meskipun secara usia, sepertinya kami termasuk keluarga paling muda. Kami-pun selalu siap meramaikan acara RT / RW :)



#NHW3 #MatrikulasiIIPBatch2

Minggu, 30 Oktober 2016

Nicehomework#2 Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

sebelum tidur, kucoba tanya anakku
A "Ibu seperti apa sih, yang membuat Yodha dan Damar bahagia?"
Y "ya seperti bunda kayak gini aja"
D "bunda yang suka main"

Pertanyaan yang sama kuajukan pula ke suami. Jawabnya: "Aku fleksibel aja bun, aku menerimamu apa adanya"
ehem.


Alhamdulillah

--

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA” 
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. 

Sebelumnya, aku ga pernah kepikiran untuk bertanya tentang apa yang diharapkan anak-anak dan suamiku dari seorang Asti. Dan tugas dari matrikulasi Institut Ibu Profesional minggu ini adalah membuat daftar tugas "seorang perempuan" sesuai perannya: sebagai individu, istri, ibu dan sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Supaya tepat sasaran, sebaiknya tugas tugas tersebut memang didiskusikan dengan anggota keluarga terlebih dahulu. Misal, peran sebagai istri: istri seperti apakah yang diharapkan suamiku? Dan Ibu seperti apakah yang diharapkan oleh anak-anakku? Harapan-harapan tersebut bisa diurai lagi menjadi tugas dengan konsep SMART: Specific (detil), Measurable (terukur), Achievable (bisa diraih), Realistic (berhubungan dengan kegiatan sehari-hari), Timebound (ada batas waktu).

Berhubung anak-anak dan suami mengembalikan semuanya kepadaku, aku coba uraikan daftar tugas yang saat ini memang sudah menjadi tugasku sehari-hari. Hanya saja, kali ini aku melakukan tugas-tugas tersebut dengan kesadaran lebih tinggi untuk mengabdi sesuai peran dan lebih terukur supaya mencapai target menjadi pribadi yang lebih baik.

Berikut corat-coret mind-map peran seorang Asti sebagai individu, istri, ibu, pengusaha, dan anggota masyarakat secara spesifik:

Setelah mind-map ing selesai, aku buat tabel dalam bentuk spreadsheet supaya tugas tersebut bisa dilaksanakan, diukur dan dievaluasi setiap bulan.
Berikut adalah screenshot tabelnya:
Tautan ke file spreadsheet bisa di-klik disini

Nah, sekarang untuk jawaban dari masing-masing pertanyaannya:

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya? iya
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi? iya
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini? satu
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak? saat ini baru dari satu sumber (penulis & trainer) ilmu pendidikan anak

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik? iya
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”. iya
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini? belum pernah menimba ilmu manajemen rumah tangga lagi dalam waktu setahun ini
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga saat ini baru dari satu sumber (penulis) ilmu manajemen rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita? iya
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut? bergabung dengan komunitas se-hobby
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini? iya
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga? punya toko online

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini? tauhid
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada? anak yang sholeh dan sholehah
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus? ilmu, harta dan senyum
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut? iya

#NHW2 #MatrikulasiIIPBatch2

Sabtu, 22 Oktober 2016

Nicehomework #1

Pertengahan Oktober tahun ini, aku memutuskan untuk mulai lagi belajar. Apa saja yang kurasa kubutuhkan, dengan ijin suami tentunya, bismillah aku ikut. Salah satu "sekolah" yang aku coba ikuti diselenggarakan oleh Institut Ibu Profesional. Awalnya penasaran, seperti apa sih materi yang akan dipelajari..

Baru mulai, rupanya "PR" pertamanya (nicehomework #1) cukup membuatku berpikir ulang dan ulang. Apa sih passion-ku selama ini?

Awalnya, kupikir parenting (atau bahasa gaulnya pengasuhan anak) adalah jurusan ilmu yang akan kupilih untuk kutekuni. Setelah berpikir ulang,, sepertinya bukan itu... Parenting menurutku adalah ilmu WAJIB bagi semua AYAH DAN IBU BETULAN (bukan ayah & ibu kebetulan). Sama halnya dengan membaca. Tidak semua orang suka membaca, tapi bila ingin hidup mudah -suka atau tidak suka- bisa membaca adalah "wajib" hukumnya. Titik.

Selanjutnya, kupikir passion-ku di ilmu agama. Saat ini memang aku sedang belajar (lagi) ilmu agama. Hmm. Benarkah ilmu agama adalah ilmu yang aku pilih untuk kutekuni hingga akhir hayat? Benar. Tapi apakah kelak bila aku harus berbagi ilmu agama dengan sesama yang seumuran denganku, aku melakukannya dengan percaya diri dan bahagia? Jawabannya masih ragu ragu. Berarti bukan ini bidang studi yang "patut kuperjuangkan".



Dan ternyata yang kupilih adalah ilmu ketrampilan tangan :)


#NHW1 #MatrikulasiIIPBatch2